Saya membeli Cepatu Fantovel saat saya hendak memasuki Ujian Komprehensif setelah selesai kuliah saya sempat honor di Sekolah kurang lebih 4 Bulan. Setelah itu saya masuk di sebuah perusahaan Pialang sebagai marketing dan saya pun membawa cepatu tersebut saya bekerja mulai dari bulan Agustus 2015.
Pekerjaan marketing semua orang sangat tahu, bahwa tempat untuk dapat uang ialah dilapangan tidak peduli hujan panas tetap berjalan. saya ingat betul suatu ketika cepatu yang tadinya amat pas di kaki, kini menjadi lesu longgar dan sudah terasa rapunya. Saat itu saya posisinya maneger di kantor, tentunya sebisa mungkin saya harus mengclosingkan staf saya, saat itu bisa saja saya membeli cepatu baru namun karena saya tidak memiliki komisi saya tidak mampu membeli cepatu baru.
Mungkin ada yang bertanya, kenapa tidak memiliki komisi, sekali lagi saya ingatkan, saya bekerja di kantor pialang, kalo memiliki nasabah tentu memiliki gaji. Tapi posisi saya saat itu nasabah saya sudah menarik dananya, dan staf2 saya belum ada yang mempunyai nasabah maka dari itu saya tidak memiliki penghasilan.
Saya sempat meminjam cepatu teman saya, bahkan teman saya memberikan kepada saya, namun namanya bukan cepatu milik kaki sendiri jadinya tidak nyaman, kaki terasa sakit memakainya, sehingga saya memutuskan lagi memakai cepatu saya, namun saat itu saya berkata pada cepatu saya, bertahan sedikit lagi, β Plis sedikit lagiβ sampe saya dapat nasabah. Dan puji Tuhan bulan Januari Semua staf di bawah saya closing dan mendapat nasabah. Tepat saat itu juga cepatu saya sudah tidak bisa di gunakan lagi karena tapak bawah cepatu sudah rusak. Dan saat itu juga saya membeli 2 Cepatu baru sekaligus,
Pesan dari cerita saya, Tuhan tau apa yang menjadi kebutuhan kita, dia menempatkan kita di keadaan yang sulit karena dia akan menguji bagaimana kita mengsyukuri apa yang kita miliki, tetapi yakinlah ada hadiah dari Tuhan yang luar biasa indah diakhir ujian kita, saya sudah merasakannya.
Akhir kata : Manfaatkan apa yang sudah menjadi milik kita, syukuri karena masih banyak orang lain yang masih kurang beruntung tetapi selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya
Komentar